oleh

Banjir Bandang Sentani Menewaskan 77 Orang, 42 Orang Hilang

Banjir Bandang Sentani menyebabkan kerusakan parah. Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/3/2019), terus bertambah.

Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 77 orang.

“77 orang meninggal dunia, 70 di kabupaten Jayapura, 7 di kota Jayapura,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di kantornya, Senin (18/3/2019) pukul 13.40 WIB.

Adapun korban luka-luka mencapai 74 orang.

Saat ini Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI dan relawan terus melakukan penanganan darurat. Judi Online

Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih dilakukan. Sejumlah posko telah didirikan untuk memudahkan koordinasi. Sutopo memprediksi jumlah korban masih akan terus bertambah. “Apalagi 43 orang belum ditemukan,” tambah Sutopo.

Sutopo menambahkan, sedikitnya ada 11.725 kepala keluarga di sembilan kelurahan terdampak banjir Bandang ini. Sebanyak 350 rumah rusak berat, dan 211 rumah lainnya terendam banjir. Akibatnya 4226 orang mengungsi di 6 titik.

Pasca Banjir Bandang Sentani

Bantuan PT Freeport Pasca Banjir Bandang Sentani

Pasca Banjir Bandang Sentani, bantuan terus berdatangan tiada henti. Salah satu bantuan mengalir dari PT FREEPORT INDONESIA (PTFI). Bantuan tersebut adalah berupa tim relawan, guna membantu menanggulangi pasca banjir tersebut.

Tim yang berisikan 5 orang ini berangkat dari bandara Mozes Kilangan Timika, menuju sentani dengan menggunakan pesawat Garuda. Sementara 2 orang tim medis berangkat dari Jakarta.

Bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian PTFI untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di masyarakat, khususnya di Papua.

Tim ini nantinya akan bergabung dengan tim lainnya di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). PKV Games

Tim ERP yang dikirim Freeport ini memiliki spesialisasi dalam hal rescue dan paramedis, dan sebagian dari mereka pernah bergabung dengan tim kemanusiaan dalam bencana di Yogyakarta, Lombok, Palu, dan proses evakuasi pesawat di Oxibil beberapa waktu lalu.

Peralatan yang dibawa oleh tim berupa peralatan penyelamatan evakuasi di air serta beberapa peralatan penunjang lainnya. Tim ini akan berada di lokasi bencana hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau sesuai dengan kebutuhan yang dikoordinir oleh BNPB di Sentani.

Komentar

News Feed