oleh

Eksekusi Mati Tuti Di Arab Saudi Disesalkan Presiden Jokowi

Net Liputan – Presiden Jokowi sangat menyesalkan eksekusi mati tuti yang dilakukan oleh Arab Saudi tanpa adanya notifikasi ke pemerintah Indonesia.

“Ya, tentu saya sangat menyesalkan itu, karena Arab Saudi tidak memberitahu kepada pemerintah Indonesia”, kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, jakarta.

Jokowi mengatakan bahwa bukan hanya sekali ini saja Arab Saudi melakukan eksekusi mati terhadap WNI tanpa ada notofikasi, melainkan sudah kesekian kalinya.

Jokowi juga menyebut bahwa ini adalah wilayah hukum dari Arab Saudi.

“Ini adalah wilayah kewenangan Raja Arab Saudi. Saya sudah berusaha untuk bicara berkali – kali terhadap petinggi sana, bahkan sampai ke Rajanya untuk kasus ini”, ujar Jokowi.

Terakhir Jokowi melakukan protes terhadap menteri luar negeri Arab Saudi terkait kasus eksekusi mati Tuti.

“Kami sudah melakukan upaya politik. Menteri luar negeri dan kedutaan juga sudah melakukan hal yang sama, jadi jangan pikir kita gak melaukan apa – apa”, imbuh Jokowi.

Protes Indonesia Kepada Arab Saudi Terkait Eksekusi Mati Tuti

Protes Arab Saudi
Presiden Jokowi Bersama Menteri Luar Negeri Melakukan Protes Kepada Arab Saudi

Pemerintah Indonesia telah melayangkan surat protes kepada Arab Saudi terkati kasus eksekusi mati Tuti Tursilawati. Eksekusi tersebut dilakukan pada Senin (29/10/2018), di kota Taif.

Pemerintah Indonesia protes karena Arab Saudi tidak memberi notifikasi kepada pihak KBRI di Riyadh maupun KJRI di Jeddah sebelum eksekusi Tuti.

Menteri luar negeri Retno Marsudi juga telah memanggil Duta Besar Arab Saudi di Jakarta untuk melayangkan protes secara langsung.

Diketahui Tuti Tursilawati merupakan Tenaga Kerja Indonesia asal Cikeusik, Majalengka, Jawa barat.

Tuti divonis hukuman mati oleh pengadilan Arab Saudi pada Juni 2011 karena diduga melakukan pembunuhan terhadap majikannya.

Tuti Tursilawati
Tuti Tursilawati (Kerudung Hitam) Bersama Sang Ibunda

Berdasarkan keterangan yang ada, Tuti tidak sengaja melakukan pembunuhan terhadap majikannya karena Ia ingin melindungi dirinya dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh majikannya.

Selama Tuti bekerja di rumah majikannya, diduga Tuti kerap mendapatkan pelecehan seksual dan pemerkosaan dari majikannya.

Sudah banyak Tenaga Kerja Indonesia yang divonis hukuman mati oleh pengadilan di Arab Saudi dengan kasus yang serupa.

Baca Juga : Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Tuntut Lion Air JT 610 1 Triliun Rupiah

Komentar

News Feed