oleh

Harimau Sumatera Berhasil Di Evakuasi Setelah Terjebak Di Kolong Ruko

Net Liputan – Harimau Sumatera yang dikabarkan terjebak di kolong ruko, kini sudah berhasil di Evakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kepulauan Riau, Sumatera.

Sebelumnya, Harimau Sumatera ini terjebak di kolong ruko tepatnya di daerah Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragilir Hilir, Riau.

Harimau tersebut datang dari semak belukar ke kawasar pasar dan bermain main di sela sela ruko. Kehadiran harimau ini sempat menghebohkan warga sekitar dan menjadi tontonan warga, sehingga harimau tersebut keluar masuk kolong ruko dan akhirnya terjebak.

Hingga pada hari ke empat, petugas baru bisa mengevakuasi harimau karena sempitnya lokasi menjadi kendala utama.

Harimau Sumatera Berhasil Di Evakuasi

Evakuasi Harimau
Warga Bersama Petugas Setempat Mengevakuasi Harimau Sumatera

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan bahwa sekitar pukul 01.48 dini hari, tim evakuasi berhasil melakukan pembiusan terhadap harimau tersebut.

Setelah harimau tertidur karena sudah terkena obat bius, petugas dengan cepat membuka sebagian pondasi kolong ruko.

Setelah berhasil membuka pondasi ruko, petugas langsung berusaha masuk ke kolong ruko untuk segera melakukan evakuasinya.

Dengan berbagai kerja keras di lokasi yang sempit, akhirnya tim evakuasi pun berhasil mengeluarkan harimau tersebut dari kolong ruko.

“Saat ini harimau tersebut sudah berhasil kami evakuasi dan sudah berada dalam kandang”, ujar kepala BKKSDA Suharyono.

Tim BKKSDA juga berterima kasih kepada pohak kepolisian, TNI, BPDB, dan juga masyarakat sekitar yang telah membantu jalannya proses evakuasi.

“Ini berkar kerja sama tim di lapangan, sehingga harimau sumatera bisa kita evakuasi dengan cepat”, kata Suharyono.

Harimau tersebut diketahui sudah terjebak di kolong sejak hari rabu (14/11/2018).

Petugas setempat sempat memberikan makanan daging ayam untuk harimau tersebut agar harimau tidak kelaparan dan tetap sehat.

Harimau Sumatera adalah termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia dan spesies ini sudah semakin sedikit seiring maraknya perburuan liar.

“Walaupun ini binatang buas, tetapi kita semua harus tetap melestarikan dan melindungi satwa ini karena sudah semakin langka spesies nya”, ucap Suharyono.

 

Komentar

News Feed